Kamis, 28 Juni 2012

PENGARUH PROGRAM PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

ABSTRAK : Kinerja karyawan banyak dipengaruhi oleh perhatian manajemen terhadap kebutuhan karyawan, salah satu diantaranya adalah dengan diperolehnya posisi pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya (John L. Holland, Gary D.Gottfredson, 1991). Masih sedikit perusahaan yang merencanakandan mengem-bangkan karir karyawan dengan dasar dan pertimbangan yang jelas dan terukur. Apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki akan sangat berdampak pada hilangnya motivasi karyawan untuk menunjukkan kinerja terbaiknya. Hasil yang peneliti temukan menunjukkan bahwa pengembangan karir belum dilaksanakan dengan pola yang terarah tetapi lebih banyak dilakukan dengan cara trial and error. Selain itu pengembangan karir dan motivasi secara bersamasama memberikan pengaruh positif signifikan terhadap variabel kinerja. Terlihat pula bahwa masih ada variabel lain yang turut berpengaruh terhadap variabel kinerja, yang tidak diteliti. A. LATAR BELAKANG Kompetisi global yang semakin intensif, deregulasi, dan kemajuan teknik mencetus-kan suatu ide-ide perubahan, yang telah membuat banyak perusahaan tidak bisa bertahan hidup. Fenomena tersebut mengimplikasikan bahwa praktek dan kebijakan manajemen sumber daya manusia dapat memainkan suatu peranan penting dalam mendorong kesetiaan karyawan tersebut dan membuat perusahaan mampu menanggapi perubahanperubahan secara lebih baik. Dessler (2000) menyatakan bahwa dalam organisasi modern, sumber daya manusia mempunyai peran baru, diantaranya : (1) Pendorong produktivitas; (2) Membuat perusahaan menjadi lebih tanggap terhadap inovasi produk dan perubahan teknologi; (3) Menghasilkan jasa pelanggan yang unggul; (4) Membangun komitmen karyawan; dan (5) Semakin pentingnya SDM dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi. Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan competitive advantage dari perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan SDM oleh manajemen harus mendapatkan prioritas utama. Melalui perencanaan SDM, yang merupakan fungsi awal dan kegiatan departemen SDM, diketahui kebutuhan SDM dan analisis pekerjaan, yang merinci orang dengan kualifikasi tertentu, yang selanjutnya dilakukan proses rekrut, seleksi dan orientasi, terkumpul biodata dan preferensi karir karyawan yang selanjutnya proses penilaian karyawan dapat dipergunakan sebagai media umpan balik untuk perencanaan dan konseling bagi karyawan. B. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meng-evaluasi program pengembangan karir serta mengkaji pengaruh antara program pengembangan karir yang telah dilakukan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PTNP Bandung. Penelitian yang dilakukan dapat digolongkan sebagai explanatory survey, yang dilakukan dengan mengkaji populasi untuk menentukan interelasi relatif dari variabel yang diteliti. Eksplanasi dilakukan dengan menggunakan metode korelasi dan regresi yang bermaksud untuk meneliti hubungan antara variabel, sehingga penelitian ini digolongkan dalam jenis corelational research. C. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data yang dilakukan untuk kepentingan analisis dan pembahasan hasil penelitian dibedakan ke dalam dua bagian yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumbernya langsung, diantaranya manajer personalia dan para manajer divisi lainnya, para supervisor, dan karyawan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data primer adalah dengan melakukan survai (penyebaran kuesioner kepada manajer dan karyawan) dan wawancara dengan para manajer berkenaan dengan pelaksanaan program pengembangan karir di PTBNP Bandung. Sedangkan data sekunder dilakukan dengan cara mengumpulkan semua dokumendokumen yang berkenaan dengan program pengembangan karir di PTBNP Bandung, yang dijadikan bahan pengkajian secara kuantitatif dan kualitatif berupa: 1. Populasi dan Sampel. Penelitian ini merupakan penelitian sensus, yang melibatkan seluruh anggota populasi dalam hal ini adalah seluruh karyawan di PTBNP Bandung, mulai dari staf hingga pimpinan puncak yang secara keseluruhan berjumlah 64 orang. 2. Variabel dan Metode Pengukuran Variabel yang diteliti dalam studi ini adalah pengembangan karir, motivasi kerja, dan kinerja. Sedangkan metode pengukuran dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah : (1) menyusun instrumen penelitian disertai dengan pengujian validitas (konstruk dan empirik) dan realibilitas instrument; (2) mengumpulkan data yang dilakukan melalui wawancara, penyebaran kuesioner dan datadata perusahaan yang berkenaan dengan program perencanaan dan pengembangan karir. 3. Analisis Data Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengkaji tentang keterkaitan antara program pengembangan karir yang dirasakan oleh karyawan dan pengaruhnya terhadap motivasi dan kinerja mereka. Sebelum dianalisis, data yang sudah ada diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS versi 11,0. Adapun fasilitas yang data tersebut adalah dengan menggunakan : (1) Analisis Frekuensi, (2) Analisis Deskriptif, (3) Analisis Regresi dan Korelasi Multivariat. Salah satu asumsi statistik yang harus dipenuhi untuk menggunakan fasilitas/teknis di atas mengharuskan minimal data harus berskala interval sedangkan sebagian data yang diperoleh berskala ordinal, maka terlebih dahulu data yang sudah diperoleh akan dirubah ke dalam skala dengan menggunakan method of sussesive interval (Harun Al Rasyid, 2000). D. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari beberapa kompo-nen pengembangan karir hampir sebagian besar sudah dimiliki, meskipun dalam pelaksanaan-nya dilakukan dengan derajat yang berbeda. Diantara sekian banyak komponen, ternyata program yang telah dilaksanakan secara konsisten adalah pusat penilaian karyawan. Komponen pengembangan karir yang lainnya seperti lokakarya perencanaan karir, buku catatan Karir, Sistem Penempatan kerja, inventori kemampuan / keterampilan, jenjang dan jalur karir, sumber karir, pengetesan psikologis, perkiraan promosi, rencana beasiswa, seminarseminar dan pelatihan eksternal, program karir untuk kelompok sasaran khusus (jalur cepat bagi karyawan berprestasi, penyelia dan manajer, eksekutif senior, karyawan profesional, karyawan teknis, wanita) sudah dilaksanakan meskipun belum konsisten. Sedangkan kompo-nen lainnya mengenai pusat penilaian, program rotasi kerja, program pelatihan internal, dan program monitoring formal kadang-kadang dilaksanakan. Bentuk komitmen dari pihak manajemen puncak terhadap pengembangan karir karyawannya adalah dengan memberikan beberapa perlaku-an, misalnya berupa promosi, kenaikan gaji, dan juga dengan memberikan konseling non formal kepada setiap karyawan yang memerlukan. Adapun bentuk kerja sama dengan para manajer lini dalam pengembangan karir karyawan adalah dengan diselenggarakannya pelatihanpelatihan internal maupun eksternal, pengarahan, dan monitoring. Untuk menghindari adanya informalitas dan subyektivitas dalam pengem-bangan karir karyawan, biasanya penilaian dilakukan tidak hanya oleh manajer pada bagiannya, tetapi oleh beberapa manajer yang mempunyai keterkaitan tugas. Pada dasarnya yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengembangan karir karyawan adalah atasannya langsung, middle management dan top management. Berdasarkan wawancara dan kajian terhadap dokumen-dokumen yang ada, peneliti dapat memastikan bahwa pola jalur karir yang diformalkan dan disosialisasikan kepada karyawan belum dimiliki oleh perusahaan ini. Selain itu dapat diketahui juga bahwa pola pengembangan karir belum dirancang secara jelas dan baku. Artinya, manajemen dalam mengembangkan karyawannya masih terpaku pada struktur organisasi yang ada (pola jalur karir tradisional). Pengaturan dasar untuk itu telah direncanakan, misalnya promosi, perpindahan lateral, dan titik pindah (switcing point), namun belum dijadikan acuan yang baku. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan analisis varians melalui SPSS dapat dilihat sebagai berikut :
Dari tabel diatas terlihat bahwa pengujian untuk variabel Pengembangan Karir dan variabel Motivasi, hasilnya sangat signifikan atau terpisah. Variabel pengembangan karir dan variabel motivasi berpengaruh secara positif terhadap variabel kinerja. E. KESIMPULAN Pengembangan karir di PTBNP Bandung saat ini secara keseluruhan belum dilaksanakan secara konsisten dan belum berjalan sesuai harapan. Pengembangan karir belum dilaksanakan dengan pola yang terarah tetapi lebih banyak dilakukan dengan cara trial and error. Variabel pengembangan karir memberi-kan pengaruh positif secara signifikan terhadap variabel motivasi kerja dan kinerja karyawan PTBNP Bandung, dimana variabel pengembangan karir memberikan determinasi yang lebih besar dibandingkan variabel motivasi dalam mempengaruhi variabel kinerja. Masih ada variabel lain yang turut berpengaruh terhadap variabel kinerja. sumber : Drs. Herlan Suherlan, MM dikutip dari : JURNAL PARIWISATA – STP BANDUNGLabels: Jurnal SDM http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/03/pengaruh-program-pengembangan-karir-dan.html

Kamis, 03 Mei 2012

KASUS PEMBOBOLAN MESIN ATM

KASUS PEMBOBOLAN MESIN ATM MAKALAH Diajukan Guna Melengkapi Syarat-syarat penilaian softskill mata kuliah bahasa Indonesia 2 Fakultas ekonomi universitas gunadarma Nama : Heidy Hapsari NPM : 13209960 Kelas : 3EA02
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2012 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah yang berjudul “KASUS PEMBOBOLAN MESIN ATM”. Penulisan ini dibuat guna melengkapi syarat-syarat untuk penilaian softskill mata kuliah bahasa Indonesia 2 Fakultas ekonomi universitas gunadarma. Dalam penyusunan dan penyelesaian makalah ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungannya serta permohonan maaf kepada pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan selain dibawah ini : 1. Kedua orang tuaku yang selalu mendukung dan mengusahakan apa yang aku inginkan dan aku butuhkan. Serta tidak lupa untuk selalu mendoakan dan memberi perhatian pada aku. 2. Bapak Jono Suroyo selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia. 3. Teman- teman yang mendukung penulis dalam penyelesaian makalah ini. Walaupun telah berusaha dengan maksimal, penulis menyadari terdapat beberapa kekurangan dalam penyusunan penulisan makalah ini. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Depok, 03 Mei 2012 Heidy Hapsari DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………i DAFTAR ISI……………………………………………….....……………….....ii BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ………………………….............................................1 1.2 Perumusan Masalah.. …………………...............................................1 1.3 Tujuan ………………......…………………………………………....1 BAB II: PEMBAHASAN 2.1 Pengertian ATM…………...................................................................2 2.2 Modus Pembobolan ATM …...............................................................3 2.3 Solusi Pencegahan Pembobolan ATM ……………............................4 2.4 Pihak-pihak yang Berkontribusi dalam Implementasi Solusi ……….6 BAB III : PENUTUP 3.1 Kesimpulan…………………………………………………..……....8 DAFTAR PUSTAKA……………………………………..................................10 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Balakang Teknologi yang sangat berkembang pesat membuat belakangan ini pemberitaan marak mengungkap mengenai kasus pembobolan ATM (automatic teller machine/anjungan tunai mandiri). Aksi pembobolan ATM sebenarnya tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, tetapi tahun-tahun sebelumnnya pun sudah terjadi dengan intensitas yang tidak setinggi saat ini. Hingga saat ini Mabes Polri mencatat korban pembobolan ATM di sejumlah kota besar di Indonesia berjumlah 36 orang. Terdapat enam bank yang nasabahnya menjadi korban pembobolan rekening melalui ATM. Bank-bank tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BII serta Bank Permata yang mendapatkan laporan kehilangan saldo tabungan tanpa melakukan transaksi apa pun. Hal ini tentu saja merugikan berbagai pihak. Tidak hanya nasabah yang menjadi korban yang dirugikan, bank yang bersangkutan pun bisa kehilangan kepercayaan dari para nasabah. Pihak bank juga harus mengganti uang nasabah yang menjadi korban pencurian melalui ATM. Lebih jauh lagi, Indonesia akan bisa tercemar di mata internasional. Perlu ada solusi yang dilakukan untuk mencegah semakin banyak orang yang menjadi korban. Upaya-upaya nyata ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan para nasabah serta menghilangkan trauma akibat pembobolan ATM. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menuangkan gagasan yang sekiranya dapat memberikan sumbangan dalam penyelesaian salah satu masalah yang dialami bangsa Indonesia. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana Modus Pembobolan ATM ? 2. Apakah Solusi Pencegahan Pembobolan ATM ? 3. Bagaimana Pihak-pihak yang Berkontribusi dalam Implementasi Solusi ? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui Modus Pembobolan ATM. 2. Untuk mengetahui Solusi Pencegahan Pembobolan ATM. 3. Untuk mengetahui Pihak-pihak yang Berkontribusi dalam Implementasi Solusi. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian ATM ATM (Automatic Teller Machine; di Indonesia juga kadang merupakan singkatan bagi Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengizinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang teller manusia. Banyak ATM juga mengizinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko. Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tidak asing lagi dengan nama ATM baik melalui pendengaran maupun penglihatan, bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan sudah tidak asing lagi dengan kosakata ATM. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini transaksi apa pun dapat dilakukan melalui ATM, mulai dari penarikan tunai, transfer, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, bahkan setoran tunai maupun cetak buku dapat dilakukan di ATM. Pada mulanya mesin pintar ini ditemukan oleh Don Wetzel, Vice President of Product Planning pada perusahaan Docutel. Perusahaan Docutel ini mengembangkan peralatan penanganan bagasi secara otomatis pada tahun 1968, Wetzel tidak sendirian tetapi bersama rekannya yaitu Tom Barnes, Kepala Mekanik dan George Chastian, seorang insinyur listrik. Ide awalnya berasal dari Wetzel, ketika mengantre di bank, ia seringkali merasa lelah karena setiap kali berurusan dengan bank, ia harus selalu mengantre. Mereka bertiga akhirnya menciptakan mesin ATM. Mereka memerlukan dana sebesar lima juta dollar untuk mengembangkan mesin ATM. Konsep ATM pertama kali lahir pada tahun 1968, lalu prototipe-nya muncul setahun kemudian, dan akhirnya Ducotel mendaftarkannya pada kantor paten pada tahun 1973. ATM pertama dipasang di Chemical Bank New York, namun fakta ini masih kontroversial, sebab banyak bank mengklaim sebagai pengguna mesin ATM pertama kali, penyebutan Chemical Bank New York berdasarkan catatan yang dibuat oleh Wetzel. ATM pertama ini bukan dipasang di lobi bank, melainkan di dinding di luar bank yang menghadap ke jalan, untuk melindungi mesin ATM dari hujan dan sinar matahari mesin tersebut dipasangi kanopi. Wetzel tidak pernah menyangka mesin penemuannya ini akan menjadi inspirasi dan berpengaruh dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Setiap transaksi yang terjadi informasinya akan diterima oleh komputer kemudian dikirimkan ke pusat data melalui sarana telekomunikasi,misalnya line telepon, Vsat maupun radio. ATM ini dapat dimonitor statusnya dari pusat data sehingga dapat diketahui apakah ATM ini sedang mati atau uangnya sudah habis. 2.2 Modus Pembobolan ATM Bank Mandiri menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus pembobolan bank yang dialami oleh nasabahnya. Tahun 2006, bank terbesar di Indonesia tersebut hanya mengalami 12 kali kejahatan di mesin ATM, namun di tahun 2007 naik drastis 72 kasus, tahun 2008 menjadi 93 kasus. Hingga April 2009, permasalahan di ATM telah mencapai 55 kasus. Selain itu, beberapa bank yang juga mengalami pembobolan antara lain BCA, BNI, dan bank BRI. Dua ratus nasabah bank BCA dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar, 19 nasabah BNI mengalami pencurian uang di rekeningnya melalui ATM dengan kerugian sekitar Rp 200 juta, sedangkan 3 nasabah BRI, mengalami hal yang sama dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta. Sumber:detiknews.com Kasus pencurian melalui ATM yang akhir-akhir ini meningkat telah merugikan berbagai pihak yaitu, nasabah, bank, dan negara. Pencurian melalui ATM tersebut dilakukan dengan berbagai modus. Ada beberapa cara yang digunakan pelaku untuk mendapatkan PIN (personal identity number) nasabah. Cara-cara tersebut antara lain: 1. Menggunakan metode skimming Modus pertama, pelaku mencuri data digital kartu ATM nasabah dengan skimmer yang terpasang di mesin ATM. Kemudian untuk mencuri nomor PIN nasabah, pelaku menggunakan bantuan kamera pengintai yang terpasang di dalam ruang ATM atau dengan mengintip langsung ketika nasabah mengetik nomor PIN. Pelaku kemudian menyalin data ke kartu palsu dan selanjutnya menguras tabungan nasabah. 2. Menggunakan penjepit kartu ATM Menempelkan stiker hotline Modus kedua, pelaku memasang suatu alat di dalam mesin ATM untuk menjepit kartu ketika nasabah memasukkan kartu. Pelaku juga memasang stiker palsu di body mesin. Di stiker tertulis nomor hotline palsu yang dapat dihubungi jika mengalami gangguan. Setelah kartu tertahan di dalam mesin, korban kemudian menghubungi nomor hotline tersebut dan diterima oleh petugas bank gadungan. Pelaku pura-pura minta identitas nasabah, seperti nama, alamat, tanggal lahir. Terakhir dia minta nomor PIN. Bagi yang tidak paham, jujur saja menceritakan. Pelaku mengatakan kepada korban bahwa kartunya tertahan dan menyarankan untuk menunggu konfirmasi besok. Setelah korban pergi, pelaku kemudian mendatangi mesin ATM dan mengambil kartu korban lalu menguras tabungan. 3. Menggunakan Penjepit Kartu dan Menghampiri korban Modus ketiga hampir sama dengan modus kedua. Namun pada modus ketiga, pelaku tidak menggunakan stiker, tetapi pelaku sendiri yang menghampiri korban dan menyarankan kepada korban untukmenghubungi call center 14000. Tetapi ketika dihubungi yang menerima operator palsu. Selanjutnya sama dengan modus kedua. 4. Menggunakan keypad palsu Pelaku memasang keypad palsu di bawah keypad asli untuk mengopi data nasabah. Setelah data terkopi, pelaku mengambil keypad palsu tersebut dan menggunakan data yang diperoleh untuk mengambil isi rekening nasabah. 5. Mencuri data secara manual Modus kelima, pelaku mencuri data digital kartu ATM beserta nomor PIN dengan mengintip langsung ketika nasabah melakukan transaksi ATM, kemudian menjual data tersebut kepada pelaku lain seharga Rp 1 juta per data. 2.3 Solusi Pencegahan Pembobolan ATM Solusi yang dapat dilakukan untuk untuk mencegah pembobolan ATM yang pernah dilakukan ialah melakukan penjagaan pada mesin ATM. Pengamanan ini dilakukan dengan menyiagakan security di tempat mesin ATM. Tetapi pada kenyataannya, langkah ini kurang efektif karena kini pembobolan dilakukan dengan menggunakan teknologi. Apabila dahulu aksi pembobolan dilakukan dengan merusak mesin ATM, maka kini pembobolan dilakukan secara rapi menggunakan skimming. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi lain yang lebih efektif daripada hanya sekedar menyiagakan security, meskipun hal ini masih harus dilakukan. Solusi lain yang bisa dilakukan adalah : 1. Sitem sidik jari Dengan sistem sidik jari dimungkinkan pembobolan ATM sulit dilakukan karena sistem tersebut lebih canggih. Sistem sidik jari sudah banyak digunakan di negara-negara maju seperti Amerika. Alat berupa penanda sidik jari tersebut terpisah dengan mesin ATM. Alat ini dinilai lebih aman karena dalam proses transaksi diperlukan identitas pemilik ATM melalui sidik jari. 2. TEMETA Ada sebuah teknik yang dapat dilakukan pada setiap kali memasukkan PIN di ATM, teknik ini bernama “TEMETA” (teknik mengecoh mata) yang terinspirasi dari cara memasukkan password di komputer. Caranya adalah membuat seolah-olah kita menekan tombol PIN, namun sebenarnya tidak ditekan. Contohnya begini, misalnya PIN ATM kita adalah 131217 artinya secara normal jari kita akan menekan 6 kali tombol, yaitu angka 1, 3, 1, 2, 1, 7. Dengan menggunakan temeta, kita bisa menyelipkan 2 tombol palsu yang seolah-olah kita tekan, misalnya 1, 3, 5, 1, 2, 1, 9, 7. Perhatikan ada angka 5 dan 9, kedua angka ini bukanlah bagian dari nomor pin kita, namun harus seolah-olah ditekan (disentuh halus tanpa ditekan) dan satu hal lagi yang terpenting kita harus menekannya secara cepat dan tepat sehingga mata atau hidden cam bisa dikecoh, lebih baik lagi jika saat mempraktekkan cara ini tombol-tombol PIN dan monitor ATM kita tutupi oleh tubuh kita. 3. Menambahkan keypad protector Keypad protector dibutuhkan untuk mencegah kamera tersembunyi maupun orang untuk mengintip PIN yang diketik oleh pengguna ATM. Selain itu, keypad protector juga bertujuan untuk mencegah pemasangan keypad palsu oleh pelaku. 4. Pemasangan alat anti skimmer Salah satu ciri sebuah alat skimmer telah ditempelkan adalah bila Anda tidak melihat cahaya berpendar LED ketika Anda memasukkan kartu ke mesin ATM. Bisa jadi lampu LED tidak terlihat berpendar karena tertutupi oleh skimmer. Selain, solusi-solusi tersebut, masih ada hal yang harus diperhatikan yaitu apabila yang melakukan pembobolan adalah SDM (Sumber Daya Manusia) bank yang bersangkutan. Tentu saja hal ini membutuhkan solusi tersendiri yang berbeda dengan solusi di atas. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terjadi pencurian uang nasabah oleh SDM bank ialah dengan melakukan pengendalian internal. Pengendalian internal (internal control) adalah suatu rencana atau metode-metode yang dilakukan suatu organisasi untuk melindungi aset, meningkatkan keakuratan serta kebenaran pencatatan aset tersebut. Pengendalian internal ini dapat dilakukan salah satunya dengan memisahkan fungsi dan tugas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan atau kecurangan yang bisa dilakukan oleh SDM bank. Dalam kasus pembobolan, berkaitan dengan sistem informasi dan keamanan data pribadi nasabah semacam PIN, dan lain-lain. Oleh karena itu, bank harus membentuk sebuah tim yang terdiri dari tiga sampai empat orang, dimana hanya tim itu yang mengetahui sistem proteksi yang menyangkut data nasabah “Tim SISTA” (Sistem Informasi dan Data). Dengan demikian, apabila terjadi kebocoran data nasabah, tim tersebut yang harus bertanggung jawab. Tidak hanya membentuk tim khusus bagian sistem informasi, tetapi diperlukan pula tim pengawas internal. Tim pengawas internal menjadi pengawas yang akan mendeteksi adanya ketidakberesan kinerja manajemen. Solusi lain untuk mengatasi masalah SDM bank yaitu : 1. Memberikan gaji yang layak agar karyawan bank tidak sampai melakukan kecurangan. 2. Memberikan motivasi dan penghargaan kepada karyawan dengan kinerja terbaik. Hal ini dimaksudkan agar karyawan lebih termotivasi dalam menjalankan tugasnya. 3. Mengadakan tim konseling, sehingga apabila ada SDM bank yang sedang mengalami suatu masalah pribadi yang dapat mempengaruhi kinerjanya akan terbantu dan kembali semangat bekerja. 4. Memberikan sanksi bagi SDM bank yang melakukan pelanggaran. 2.4. Pihak-pihak yang Berkontribusi dalam Implementasi Solusi Dalam mengimplementasikan gagasan-gagasan tersebut, dibutuhkan beberapa pihak terkait. Pihak-pihak yang dibutuhkan untuk turut memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan solusi-solusi tersebut adalah para nasabah dan bank-bank yang terdapat di Indonesia. Selain itu, dibutuhkan pula peran para ahli maupun orang yang memiliki kemampuan bidang teknologi. Para nasabah diharapkan berhati-hati dalamm melalkukan transaksi melalui ATM. Nasabah merupakan pihak yang berperan dalam melaksanakan gagasan berupa “TEMETA” tersebut. Kesadaran nasabah untuk selalu waspada dan meng-update informasi sangat diperlukan. Seberapa keras pun usaha bank untuk memberikan pelayanan terbaik demi mencegah pembobolan tidak akan bisa maksimal apabila tidak ada kesadaran para nasabah untuk selalu waspada. Bank merupakan pihak yang pasti dimintai ganti rugi oleh nasabah apabila terjadi pencurian melalui ATM nasabah tersebut. Oleh karena itu, bank sangat berperan dalam upaya meningkatkan keamanan mesin ATM dengan cara memasang alat anti skimmer pada mesin ATM, pengadaan sistem sidik jari, serta pemberian password tambahan selain PIN. Peningkatan penjagaan di setiap mesin ATM juga merupakan tanggung jawab bank dengan menyiagakan security. Bank juga berperan dalam pencegahan pembobolan yang kemungkinan dilakukan oleh pihak intern bank. Bank berperan penting dalam pengendalian internal. Di samping itu, pihak kepolisian juga dapat berperan dengan mengadakan kontrol keamanan serta pemeriksaan mesin ATM. Para ahli teknologi yang ada di Indonesia tentu berperan penting dalam upaya mewujudkan gagasan pertama yaitu pembuatan sistem sidik jari. Berdasarkan hal-hal tersebut, langkah konkrit yang strategis untuk dilakukan ialah adanya kerjasama antara pihak-pihak yang terkait. Bank dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan keamanan mesin ATM. Di samping itu, bank bekerjasama dengan para ahli teknologi dan kepolisian untuk merealisasikakan sistem sidik jari. Sosialisasi informasi keamanan kepada nasabah juga perlu dilakukan agar para nasabah menjadi lebih berhati-hati. BAB III PENUTUP 3.1 kesimpulan Berdasarkan uraian penjelasan penulis, dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: 1. Untuk mencegah terjadinya pembobolan ATM, dapat dilakukan dengan menggunakan sistem sidik jari, mempraktekkan “TEMETA” (Teknik Mengecoh Mata), memasang keypad protector, serta memasang alat anti skimmer pada mesin ATM. 2. Langkah awal untuk memulai implementasi solusi penulis ialah sosialisasi kepada para nasabah tentang “TEMETA” agar dapat dilakukan oleh para.nasabah. Sosialisasi ini dapat dilakukan oleh bank maupun kepolisian. Selanjutnya bank dapat mulai mengadakan kerja sama dengan pihak kepolisian serta pihak yang berkompeten di bidang teknologi untuk mewujudkan sistem sidik jari. Pemasangan alat anti skimmer dan keypad protector pun dapat dilaksanakan di setiap mesin ATM. Tetapi yang tidak kalah pentingnya ialah peringatan kewaspadaan kepada para nasabah. Peringatan kewaspadaan ini dapat ditempel di setiap mesin ATM. Peringatan tersebut bisa berisi jangan memberitahukan PIN kepada siapa pun, mengganti PIN secara berkala, melindungi/menutupi keypad pada saat mengetikkan PIN, mewaspadai kejanggalan yang ada pada mesin ATM, dan lain sebagainya. 3. Dalam implementasi solusi-solusi tesebut, diperkirakan akan ada beberapa kendala. Adapun kendala yang mungkin terjadi antara lain: a. Pada kondisi tertentu, misalnya sedang terburu-buru, nasabah bisa saja mengabaikan dan tidak waspada terhadap kejanggalan yang ada pada mesin ATM. Bisa jadi karena tergesa-gesa, nasabah tidak melakukan “TEMETA” ketika mengetikkan PIN. b. Pemasangan keypad protector dan alat anti skimmer juga memerlukan dana, sedangkan jumlah mesin yang ada di Indonesia sangat banyak. Hal ini tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tetapi apabila dibandingkan dengan kerugian jika terjadi pembobolan, sebaiknya pemasangan keypad protector dan alat anti skimmer tersebut perlu dilakukan. c. Untuk melakukan kerja sama dengan pihak eksternal, bank cenderung ragu. Oleh sebab itu, dibutuhkan ahli teknologi yang benar-benar dapat dipercaya untuk mewujudkan sistem sidik jari. d. Dibutuhkan orang yang benar-benar bisa dipercaya sebagai “Tim SISTA”. Kelemahan jika SISTA berupa tim adalah ada beberapa orang yang bisa dicurigai dan menjadi pelaku pembocoran informasi dan data. Tetapi jika SISTA hanya dipercayakan pada satu orang, akan terjadi kesulitan jika orang tersebut sakit atau berhalangan karena tidak ada petugas lain yang menggantikan. Solusi-solusi yang telah penulis uraikan merupakan solusi yang dapat diapli-kasikan baik untuk mengatasi masalah teknis maupun SDM. Sehingga tingkat kemungkinan keberhasilannya bisa mencapai 80% hingga 90% untuk mencegah pembobolan ATM. DAFTAR PUSTAKA Antara News. 2010. Pembobolan ATM Gunakan Modus Baru. Jakarta Http://www.antaranews.com/berita/1264144454/pembobol-atm-gunakan-modus-baru Http://kemahasiswaan.um.ac.id/?p=2304

Minggu, 25 Maret 2012

Subsidi BBM dan Kompensasi BLT

1. Data Publikasi
a. Judul : Subsidi BBM dan Kompensasi BLT
b. Penulis : ARIANTO A PATUNRU
c. Penerbit : Kompas
d. Tgl/ No. Penerbitan : 24 maret 2012/ 259 tahun ke-47
e. No. Halaman : 7
f. Tema : Ekonomi

2. Ringkasan
Subsidi bahan bakar minyak keliru, paling tidak dalam tiga hal: tidak produktif, tidak tepat sasaran, dan tidak ramah lingkungan.
a. Tidak produktif karena jumlah data yang begitu besar seharusnya lebih bermanfaat jika digunakan untuk membantu mengatasi masalah paling krusial Indonesia: infrastruktur.
b. Tidak tepat sasaran karena hampir setengahnya ternyata dinikmati oleh mereka yang berada desil teratas (10% ke atas) masyarakat berdasarkan pendapatan dan hanya 2% konsumsi desil terbawah (10% terbawah) dengan kata lain, lebih dari 90% subsidi BBM sebenarnya dinikmati oleh yang bukan golongan termiskin.
c. Tidak ramah lingkungan karena Indonesia salah satu penghasil emisi karbon dioksida berbasis bensis terbesar .
Mengapa perlu adanya kompensasi? Idealnya, jika terjadi guncangan dalam perekonomian dan agen ekonomiserta faktor produksi menyesuaikan diri dengan cepat, tak perlu ada kompensasi. Namun, kenaikan harga seperti harga premium karena subsidinya dikurangi, dapat mengubah pendapatan relatif konsumen, (walau pendapatan nominal tetap ,ia merasa seolah pendapatan lebih rendah karena dengan uang yang sama sekarang ia hanya bisa membeli lebih sedikit).

3. Keunggulan
BBM di subsidi untuk masyarakat golongan bawah ( golongan termiskin ) maka bagi masyarakat yang kurang mampu tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga BBM. Sedangkan Kompensasi BLT diberikan oleh pemerintah untuk meredamkan guncangan perekonomian akibat harga premium terpaksa naik hal ini terjadi jika subsidi yang disediakan disalah gunakan dalam artian golongan atas menikmati subsidi yang sebenarnya untuk kalangan miskin saja.

4. Kelemahan
Subsidi BBM tidak tepat sasaran, karena masih banyak golongan atas yang ikut menikmati subsidi BBM, sedangkan kompensasi hanya diberikan untuk sementara saja dan selanjutnya masyarakat juga akan tetap merasakan kenaikan harga yang begitu tinggi.

5. Pendapat akhir/saran
Dengan adanya program subsidi BBM dan kompensasi BLT ini sudah cukup bagus untuk membantu masyarakat kecil meringankan beban pengeluaran namun masih ada saja masyarakat golongan atas yang menggunakan hak masyarakat golongan bawah. Hal ini terjadi karena semua masyarakat ingin mendapatkan harga yang murah dimana pengeluaran mereka tidak melebihi pendapatan. Menurut saya sebaiknya pemerintah cepat mengambil keputusan tegas. Semakin lama keputusa tidak diambil, kian tinggi ketidakpastian. Jika ini berjalan terus, argumen ekonomi diatas bisa gagal bahkan terlibat tarik menarik politik.

Minggu, 20 November 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMILIHAN PRODUK MINUMAN COCA COLA


Dalam menentukan strategi pemasaran produk coca cola kita harus melihat dari segi faktor budaya, sosial dan psikologis, dimana dalam factor- factor tersebut setiap orang memiliki perilaku yang berbeda-beda dalam menentukan pilihan. Demikian menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli :
• Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.
Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.
• Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.
Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi.
Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.
• Faktor Pribadi
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu.
Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang ).
Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.
Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek.
• Faktor Psikologis
Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan.
Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.
Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi:
• Perhatian yang selektif
• Gangguan yang selektif
• Mengingat kembali yang selektif
Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.
• Faktor Marketing Strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah
(1) Barang,
(2) Harga,
(3) Periklanan dan
(4) Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.
Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek.
Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi.
Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.

Sumber :
http://himamika09.blogspot.com/2009/03/konsep-perilaku-konsumen.html

Kamis, 27 Oktober 2011

Perilaku Konsumen dan Segmentasi Pasar

1.Pengertian konsumen.

Pengertian Konsumen menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

2. Perilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang dilakukan dalam memilih, menentukan, mendapatkan, menggunakan, dan menghentikan pemakaian produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk memuaskan kebutuhan serta dampak proses-proses tersebut terhadap konsumen dan masyarakat (Hawkins, Best & Coney, 2001)
Definisi lain dari psikologi konsumen adalah kegiatan bersibuk diri secara luas dimana manusia sebagai konsumen dari barang dan jasa. Sasaran utama dari psikologi konsumen itu adalah perilaku konsumen, misalnya dengan keadaan dan alasannya seseorang tersebut menentukan pilihannya. Karena sasaran utamanya menjelaskan perilaku maka di samping psikologi konsumen juga digunakan istilah perilaku konsumen.

3. penggunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran

Faktor penting lain yang harus diperhitungkan ketika mengembangkan strategi pemasaran untuk konsumen adalah "segmentasi pasar". Segmentasi pasar berarti membagi pelanggan potensial perusahaan ke dalam berbagai segmen atau kelompok (misalnya, berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, lokasi, dll) dan kemudian memfokuskan strategi pemasaran pada satu atau lebih kelompok-kelompok. Bila menggunakan segmentasi pasar, penting untuk menentukan apa faktor-faktor yang akan dipertimbangkan. Faktor-faktor yang disebut variabel segmentasi. Variabel segmentasi perlu berhubungan dengan kebutuhan, penggunaan, atau perilaku terhadap produk atau jasa. Sebagai contoh, produsen gitar akustik akan paling mungkin segmen pasar berdasarkan usia, yaitu, strategi pemasaran mereka akan dirancang untuk menarik dan mempengaruhi remaja.
Sumber daya dan kemampuan perusahaan untuk menentukan jumlah dan ukuran segmen pasar yang mereka dapat berharap untuk menarik dengan strategi pemasaran mereka. Jenis produk dan layanan, serta variasi dalam kebutuhan pelanggan mereka, akan memainkan peran dalam ukuran dan jumlah segmen pasar yang ditargetkan. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu.
Segmentasi pasar merupakan tindakan untuk mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk dan bauran pemasaran yang tersendiri. Pada penelitian ini basis segmentasi yang digunakan adalah gaya hidup yang dapat mempengaruhi bauran pemasaran dan preferensi terhadap bauran pemasaran dari E-Commerce. Ini berarti basis segmentasi ini dilihat dari perilaku mereka terhadap bauran pemasaran. Dengan kesamaan karakteristik perilaku yang berpengaruh terhadap bauran pemasaran ini diharapkan setiap segmen yang terbentuk dapat didekati dengan penawaran yang tepat sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dari masing-masing segmen.
Dari kedelapan elemen bauran pemasaran yang digunakan terdapat 6 elemen yang signifikan dalam membedakan antar segmen, yaitu produk, promosi, bukti fisik, komunitas, proses dan harga. Dua yang lain yaitu tempat dan perubahan ternyata untuk tingkat kepercayaan 95% tidak dapat digunakan untuk membedakan segmen. Ini berarti setiap segmen mempunyai preferensi bauran pemasaran yang sama terhadap kedua elemen tersebut.

4. Factor factor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen untuk pembelian ulang suatu produk.

1. Loyaliatas pada peroduk, Loyalitas konsumen secara umum dapat diartikan kesetiaan seseorang atas suatu produk, baik barang maupun jasa tertentu. Loyalitas konsumen merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan konsumen dalam menggunakan fasilitas maupun jasa pelayanan yang diberikan oleh pihak perusahaan, serta untuk tetap menjadi konsumen dari perusahaan tersebut.
2. Kualitas pada produk Kualitas menjadi salah satu tolok ukur penting terhadap kepuasanpelanggan untuk kembali membeli. Namun yang menjadi pertanyaan besar yang perlu dipecahkan “kualitas seperti apa sih yang sesunguhnya diinginkan oleh konsumen? Menyangkut poin apa saja? Apa sajakah parameternya? Apakah produk yang memiliki estetika yang menarik sudah cukup memuaskan customer

Sumber :
http://aditnobaka.wordpress.com/2010/10/08/pengertian-konsumen/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.elearnportal.com/courses/business/consumer-behavior/consumer-behavior-market-segmentation
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2177045-pengertian-loyalitas-konsumen/#ixzz1bRBQnPPh

Sabtu, 01 Oktober 2011

komunikasi penuh warna dengan samsung galaxy S II

Saya ingin membeli sebuah handphone yang mempunyai aplikasi dan fitur yang keren, canggih, dan aksesnya cepat. Sebab handphone adalah alat komunikasi yang dapat mempermudah kebutuhan komunikasi masyarakat termasuk saya.
Saya melakukan pencarian handphone apa yang sesuai keinginan saya dengan itu saya membeli bebrapa tabloit handphone yang terbaru. Dari yang telah saya baca dan lihat ternyata banyak jenis handphone yang memiliki fitur keren dan canggih, hal itu membuat saya bingung untuk memilih yang terbai dari semua handphone yang ada.
Dari sekian produk handphone yang ada seperti nokia, samsung, blackberry, iphone, sony ericson, dan sebagainya. tapi dari beberapa alternatif tersebut saya milih produk samsung, gimana ya? Bukannya mao promosi tapi mungkin karena kriteria kesukaan orang yang berbeda-beda, mungkin di jauh sana ada banyak handphone yang canggih dan memiliki fitur lengkap. Namun entah kenapa melihat handphone dari produk samsung agak sedikit berbeda rasanya hehe.. atau mungkin karena ini pertama kalinya saya menggunakan handphone dari produk samsung :D
Selain itu alternatif dari yang saya pilih juga mempunyai jenis dan kriteria yang berbeda tapi akhirnya menemukan handphone yang berteknologi canggih dan memiliki akses cepat atau seng disebut super smartphone yaitu “samsung galaxy SII”, selain canggih dan aksesnya cepat, dia juga memiliki body yang slim dan produk pun terbatas, maka itu saya memilih samsung galaxy SII karena memiliki kualitas yang baik dan sesuai keinginan saya.

Adapun hal yang buat galaxy SII ini disebut super smartphone, yaitu:
Super Vivid, Super Fast, dan Super Slim adalah 3 kekuatan utama dari Samsung GALAXY SII =

- Super Vivid direpresentasikan oleh layar 4.27” SUPER AMOLED Plus yang memungkinkan menonton video, melihat foto atau gambar di layar ini menjadi momen yang lebih seru karena tampilannya akan terlihat cemerlang dan tajam.


- Super Fast direpresentasikan oleh Dual Core processor 1.2Ghz. Loading halaman web dan respon ponsel akan jauh lebih cepat. Selain itu, ini akan berdampak pula pada UI yg lebih halus, performa game yang tinggi, dan mengedit gambar lebih cepat.


- Super Slim. Ketipisannya tidak lebih dari 8.49 mm dengan bodi yang nyaman digenggam dan terlihat mewah.



sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9996474

Senin, 20 Juni 2011

pusat mode yang di gemari

Siapa yang tidak kenal dengan Negara Jepang? Negara yang memiliki tingkat teknologi sebanding dengan Amerika dan Cina. Namun, pada akhir-akhir ini Jepang juga menjadi pusat mode dan pusat budaya dunia.
Beberapa distrik di Negara Jepang ini menjadi kiblat pusat mode, salah satunya Shibuya. Dengan luas wilayah 15,11 km² dan populasi lebih dari 200.000 orang, distrik Shibuya ini menjadi salah satu kiblat mode dunia. Central Gai menjadi salah satu ikon Distrik Shibuya dengan banyaknya toko, pakaian, toko musik, dan toko video game. Sedikit anjuran untuk Anda yang ingin membeli barang di Shibuya. Berhati-hatilah karena harga yang ditawarkan dapat membuat dompet menangis.
Tak lengkap jika hanya mengetahui tempat terkenal tanpa mengetahui sejarah distrik ini. Dahulu kata Shibuya digunakan sebagai nama terminal kereta api untuk Tokyo bagian barat daya pada tahun 1885. Pada pengembangannya mulai menjadi sebuah desa pada tahun 1889, hingga pada 15 maret 1947 Shibuya menjadi distrik khusus karena di distrik ini sentral komersial dan pusat hiburan kelas menengah keatas berkembang pesat. Di Shibuya, terdapat tempat khusus yang menjadi “ground zero” pecinta fashion. Shibuya 109 (Shibuya Tokyu), yang terletak di sebuah gang pada perempatan yang berada di sudut pusat perbelanjaan negara Jepang. Selain Shibuya, terdapat tempat yang menjadi mode dunia remaja yaitu Harajuku.
Di Distrik Harajuku ini sangat banyak remaja yang berpakaian seperti peragawan atau peragawati. Terlebih pada akhir pekan, jumlah remaja yang datang ke distrik ini sangatlah banyak. Distrik Harajuku menjadi pusat mode untuk remaja di dunia karena dengan banyaknya remaja yang berpakaian keren dan menarik. Pada distrik ini, banyak terdapat fotografer mode dunia mencari bahan materi foto fashion dengan berburu di tempat ini. Ada banyak alasan yang diberikan oleh fotografer, salah satunya adalah para remaja ini selalu “update” mengenai mode dunia dan mereka tidak menarik biaya foto. Pada akhirnya, kata Harajuku menjadi simbol mode dunia remaja karena tema pemberontakan yang di usung oleh remaja Negara Jepang di distrik ini.